Penulis : Hudzaifah, S.Pd (Sekretaris Umum HMJ-Pendidikan Biologi periode 2007-2008)
Banyak mahasiswa yang cerdas tapi, mahasiswa yang cerdas sekaligus beretika sangatlah sulit tuk didapati. Dewasa ini kecerdasan seorang mahasiswa dalam berakademik, berorganisasi dan lain sebagainya yang berhubungan dengan lingkungan kampus tidaklah diimbangi dengan kepribadiannya, dalam hal ini adalah etikanya. “ Mahasiswa yang cerdas, professional, dan apa segala memang banyak tetapi mahasiswa yang mempunyai etika hanya sebagian kecil saja” ujar salah satu dosenku waktu saya kuliah.
Banyak mahasiswa yang cerdas tapi, mahasiswa yang cerdas sekaligus beretika sangatlah sulit tuk didapati. Dewasa ini kecerdasan seorang mahasiswa dalam berakademik, berorganisasi dan lain sebagainya yang berhubungan dengan lingkungan kampus tidaklah diimbangi dengan kepribadiannya, dalam hal ini adalah etikanya. “ Mahasiswa yang cerdas, professional, dan apa segala memang banyak tetapi mahasiswa yang mempunyai etika hanya sebagian kecil saja” ujar salah satu dosenku waktu saya kuliah.
Contoh kecil misalnya, dalam bidang
keakademikan seorang mahasiswa yang merasa dirinya cerdas, pintar dan tahu
segalanya ketika kuliah dan dosen sedang menerangkan sesuatu diatas, dia justru
membuat aktivitas lain yang lain yang menggangu proses kuliah karena dia merasa
sudah tau segalanya sehingga dia acuh tak acuh ataupun masa bodoh terhadap
kuliahnya. kalau begini keadaannya mungkin sebahagian dosen tak berminat lagi
masuk mengajar.
Dalam keorganisasian banyak juga
mahasiswa tidak beretika, contoh kecil lagi, ketika dalam sebuah forum ada
mahasiswa yang seenaknya saja berargumen atau mengeluarkan pendapatnya tanpa
izin dari moderator adapula yang membuat forum dalam forum yang membuat semakin
kacau forum itu sendiri. Sehingga forum itu berubah fungsi menjadi sebuah
“pasar” dalam bahasa kasarnya, kalau ini terjadi. keefetivisan sebuah forum
akan semakin berkurang. Yang tak kalah pentingnya lagi menyangkut masalah
ibadah, kita tau sendiri kan mayoritas mahasiswa beragama islam tapi kenyataanya
ketika mengadakan forum atau rapat banyak mahasiswa yang tidak mempedulikan
waktu sholat, ketika dia mendengar suara adzan berkumandang dia masih tetap
saja melanjutkan aktivitas forum atau rapatnya tersebut tanpa menggubris
panggilan batinnya itu,
Pertanyaan kemudian muncul akankah
seorang mahasiswa yang dikenal “agen of change” atau agen perubah malah tidak
bisa mengubah dirinya sendiri, akanklah seorang mahasiswa yang dikatakan
sebagai perantara antara rakyat dan pemerintah tapi tak bias mengurus dirinya
sendiri. Jadi kemna sebenarnya fungsi mahasiswa itu sendiri?
KEMANA
SEBENARYA FUNGSI SEORANG MAHASISWA ITU SENDIRI?????



0 komentar:
Posting Komentar